PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DALAM KURIKULUM 2013
Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan dari kurikulum 2006. Kurikulum 2013 telah memenuhi dua dimensi kurikulum yaitu rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan berperadaban dunia[1]. Dari pernyataan di atas, kurikulum 2013 telah memenuhi dua dimensi kurikulum yang bertujuan untuk mempersiapkan bangsa Indonesia yang memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi yang berbangsa bernegara.
Diberlakukannya kurikulum 2013, pembelajaran Bahasa Indonesia mengalami perubahan baik penyampaian dan tujuan dari pembelajaran Bahasa Indonesia. Pada kurikulum 2006, mata pelajaran Bahasa Indonesia lebih mengedepankan pada keterampilan berbahasa (dan bersastra), sedangkan dalam kurikulum 2013, pembelajaran Bahasa Indonesia digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan menalar. Perubahan ini terjadi dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa kemampuan menalar peserta didik Indonesia masih sangat rendah[2]. Adanya perubahan dalam pembelajaran bahasa Indonesia tersebut dapat mempengaruhi proses pembelajaran yang guru sampaikan kepada siswanya.
Peran seorang guru sangat penting untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan anak dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kurikulum 2013. Guru yang efektif mampu menginspirasi peserta didik untuk meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Pada saat guru bertanya, ia juga sekaligus membimbing atau memandu peserta didiknya belajar dengan baik. Ketika guru menjawab pertanyaan peserta didik, maka ia mendorong asuhannya itu untuk menjadi penyimak dan pembelajar yang baik[3]. Dengan berperan berperan seperti itu, guru dapat memberikan bimbingan langsung untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan siswanya.
Pembelajaran Bahasa Indonesia di kurikulum 2013 ini, guru harus dapat menargetkan indikator tujuan yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran. Indikator mencakup aspek kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra. Aspek-aspek tersebut perlu mendapat porsi yang seimbang dan dilaksanakan secara terpadu adalah mendengar, berbicara, membaca, menulis, dan apresiasi sastra[4]. Dalam penerapannya, pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki prinsip yang harus dipahami seorang guru, yaitu[5]:
1. Bahasa hendaknya dipandang sebagai teks, bukan semata-mata kumpulan kata atau kaidah kebahasaan .
2. Penggunaan bahasa merupakan proses pemilihan bentuk-bentuk kebahasaan untuk mengungkapkan makna.
3. Bahasa bersifat fungsional, artinya penggunaan bahasa yang tidak pernah dapat dipisahkan dari konteks, karena bentuk bahasa yang digunakan mencerminkan ide, sikap, nilai, dan ideologi pengguna.
4. Bahasa merupakan sarana pembentukan berpikir manusia.
Dapat disimpulkan, pembelajaran Bahasa Indonesia di kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan bangsa Indonesia yang memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi yang berbangsa bernegara. Guru berperan penting dalam mengembangkan kemampuan dan keterampilan siswa dalam berbahasa, dengan memberikan bimbingan langsung untuk meningkatkan aspek kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra siswa.1. Bahasa hendaknya dipandang sebagai teks, bukan semata-mata kumpulan kata atau kaidah kebahasaan .
2. Penggunaan bahasa merupakan proses pemilihan bentuk-bentuk kebahasaan untuk mengungkapkan makna.
3. Bahasa bersifat fungsional, artinya penggunaan bahasa yang tidak pernah dapat dipisahkan dari konteks, karena bentuk bahasa yang digunakan mencerminkan ide, sikap, nilai, dan ideologi pengguna.
4. Bahasa merupakan sarana pembentukan berpikir manusia.
[1] Ni Luh Gede Ridwan Putri Bintari, dkk, Pembelajaran Bahasa Indonesia Berdasarkan Pendekatan Saintistik (Problem Based Learning) Sesuai Kurikulum 2013 di Kelas VII SMP Negeri 2 Amlapura, jurnal pendidikan dan pembelajaran Bahasa Indonesia vol 3 no 1, 2014, hal. 5.
[2] Ummul Khair, Pembelajaran Bahasa Indonesia dan Sastra (BASASTRA) di SD dan MI. AR-RIAYAH, Jurnal Pendidikan Dasar vol 2 no 1, 2018, hal. 88.
[3] Deassy Wahyuni, Pengintergrasian Sastra pada Pembelajaran Bahasa Melalui Pendekatan Ilmiah, Jurnal Bahasa dan Sastra vol 5 no 1, hal. 73.
[4] Khabib Sholeh, Pengembangan Teks Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Buku Ajar Bebasis Multiple Intelligences dalam kurikulum 2013, 2013, hal. 155.
[5] Ummul Khair, Pembelajaran Bahasa Indonesia... hal. 91.
DAFTAR PUSTAKA
Bintari, N. L. G. R. P., Sudiana, I. N., dan Putrayasa, I. B. (2014). Pembelajaran Bahasa Indonesia Berdasarkan Pendekatan Saintifik (Problem Based Learning) Sesuai Kurikulum 2013 di Kelas VII SMP Negeri 2 Amlapura. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia, 3(1).
Khair, U. (2018). Pembelajaran Bahasa Indonesia dan Sastra (BASASTRA) di SD dan MI. AR-RIAYAH: Jurnal Pendidikan Dasar, 2(1), 81-98
Sholeh, K. (2013). Pengembangan Teks Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Buku Ajar Berbasis Multiple Intelligences dalam Kurikulum 2013
Wahyuni, D. (2017). Pengintergrasian Sastra pada Pembelajaran Bahasa Melalui Pendekatan Ilmiah. Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, 5(1), 67-80
Komentar
Posting Komentar